Menurut Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, ada tiga faktor yang menyebabkan terjadinya cuaca panas.
Pertama, minimnya awan karena dinginnya suhu muka air laut.
Kedua, gerak semu matahari yang tepat di atas sebagian wilayah Indonesia.
“Ini yang menjelaskan musim kemarau jadi lebih panjang, karena pembentukan awan juga mundur. Artinya tidak ada awan itu tidak ada tameng bagi sebagian wilayah Indonesia. Padahal (dalam waktu bersamaan) gerak semu matahari itu tepatnya berada pada zona yang enggak ada tamengnya tadi,” ungkap Dwikorita di Kantor BMKG, Jakarta Pusat, Kamis (31/10).
Ketiga, Dwikorita menjelaskan cuaca panas terjadi karena hembusan angin dari sisi utara benua Australia yang sedang mengalami kemarau dan cuaca kering.
“Faktor ketiga, angin bergerak dari Australia menuju Indonesia. Dan Australia itu musim kemarau, daerah itu juga gurun, sehingga kering dan panas,” jelasnya.
Dwikorita membantah cuaca panas disebabkan adanya fenomena gelombang panas yang menerjang Indonesia.
“Jadi itulah yang membuat suhu menjadi panas. Jadi bukan gelombang panas,” ucapnya.
Dwikorita memprediksi cuaca panas akan berakhir dalam waktu dekat, karena saat ini awan-awan sudah mulai terbentuk di sebagian wilayah Indonesia. Terbentuknya awan itu menandakan pula terjadinya awal musim hujan di Indonesia.
Awal atau pertengahan November sebagian besar wilayah akan dimulai ada awan, dan diprediksi menjadi hujan. Sehingga di akhir tahun 2019 ini diperkirakan musim hujan sudah mulai berlangsung di bulan November. Sampai Maret akan masih hujan,” katanya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah Indonesia akan mengalami panas selama kurang lebih satu minggu ini. Hal ini dikarenakan matahari yang berada dekat dengan jalur khatulistiwa.
"Dalam waktu sekitar satu minggu ke depan masih ada potensi suhu terik di sekitar wilayah Indonesia mengingat posisi semu matahari masih akan berlanjut ke selatan dan kondisi atmosfer yang masih cukup kering sehingga potensi awan yang bisa menghalangi terik matahari juga sangat kecil pertumbuhannya," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono R. Prabowo, dalam keterangannya, Selasa (21/10/2019).
Sejak Sabtu, 19 Oktober mencatat suhu udara maksimum yang mencapai 37 C.
Bahkan pada Minggu, 20 Oktober ada tiga stasiun pengamatan BMKG di Sulawesi yang mencatat suhu maksimum tertinggi.
"Stasiun Meteorologi Hasanuddin (Makassar) 38.8 C, diikuti Stasiun Klimatologi Maros 38.3 C, dan Stasiun Meteorologi Sangia Ni Bandera 37.8 C. Suhu tersebut merupakan catatan suhu tertinggi dalam satu tahun terakhir, di mana pada periode Oktober di tahun 2018 tercatat suhu maksimum mencapai 37 C," ucap Mulyono.
Sementara itu, stasiun - stasiun meteorologi di pulau Jawa hingga Nusa Tenggara mencatatkan suhu udara maksimum terukur berkisar antara 35 C - 36.5 C pada periode 19 - 20 Oktober 2019.
Menurut Mulyono, saat ini terjadi gerak semu matahari. Sejak bulan September, matahari berada di sekitar wilayah khatulistiwa.
"Dan akan terus bergerak ke belahan Bumi selatan hingga bulan Desember sehingga pada bulan Oktober ini, posisi semu matahari akan berada di sekitar wilayah Indonesia bagian Selatan (Sulawesi Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dsb)," ujar Mulyono.
Kondisi itulah yang mengakibatkan matahari terasa lebih panas. Selain itu, kondisi kering membuat awan penghalang tak tampak.
"Ini menyebabkan radiasi matahari yang diterima oleh permukaan bumi di wilayah tersebut relatif menjadi lebih banyak, sehingga akan meningkatkan suhu udara pada siang hari. Selain itu, dalam pantau selama dua hari terakhir, atmosfer di wilayah Indonesia bagian selatan relatif kering sehingga sangat menghambat pertumbuhan awan yang bisa berfungsi menghalangi panas terik matahari." Kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG tersebut.
Kondisi iklim di wilayah kepulauan Indonesia sangat
dipengaruhi oleh keadaan suhu muka air laut, baik suhu muka air laut yang ada
di kepulauan Indonesia maupun yang berada di Samudra Pasifik dan Samudra
Hindia.
Menurut Kepala BMKG @dwikoritakarnawati , pada bulan Oktober
tahun 2018 yang lalu BMKG telah memprediksi terjadinya El Nino lemah. Dan saat
ini di bulan Agustus 2019, BMKG memantau dan menganalisis bahwa saat ini El
Nino lemah telah berakhir, sehingga anomali di Samudra Pasifik kembali menjadi netral.
Kondisi netral ini diperkirakan berlangsung hingga akhir tahun 2019.
Namun karena masih terpengaruh oleh suhu muka air laut di
wilayah Samudra Hindia sebelah barat Sumatera dan perairan Indonesia di bagian
selatan ekuator yang lebih dingin dari suhu normal (26°-27°C) berakibat pada
proses penguapan air laut yang lebih sulit terjadi. Dampaknya adalah
pembentukan awan-awan hujan juga menjadi berkurang dan curah hujan masih
rendah.
Kondisi suhu seperti ini diperkirakan akan berlangsung
sampai bulan Oktober 2019. Implikasinya, AWAL MUSIM HUJAN AKAN MUNDUR 10 HINGGA
30 HARI DARI NORMALNYA dan akan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia,
yaitu Sumatera Utara, sebagian besar Riau, Jambi bagian tengah, sebagian besar
Sumatera Selatan, sebagian kecil Lampung, sebagian besar Jawa, Bali, NTB, NTT,
Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, sebagian Kalimantan Timur, sebagian
kecil Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Maluku Utara.
Sedangkan dibeberapa wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara,
sebagian Riau, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, sebagian Kalimantan
Utara, Pegunungan Jayawijaya sudah mulai masuk musim hujan di bulan Agustus,
September, dan Oktober.
Kemudian, khusus wilayah Papua awal musim hujan terjadi di
bulan November. Tetapi di bagian selatan dan Merauke awal musim hujan terjadi
di bulan Desember sehingga tidak serempak di kepulauan tersebut.
Sedangkan, puncak musim hujan 2019/2020 diprediksi
akan terjadi pada bulan Januari-Februari 2020. Menghadapi kondisi puncak hujan
perlu diwaspadai wilayah yang rentan terhadap bencana yang ditimbulkan oleh
curah hujan yang tinggi yaitu banjir dan tanah longsor.
Proses evakuasi jenazah diduga siswa SMPN 4 Bondowoso bernama Thoriq Rizky Maulidan oleh tim SAR gabungan di sekitar Gunung Piramid, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Sabtu, 6 Juli 2019, rampung.
Jenazah sudah berada di rumah sakit untuk proses identifikasi.
Thoriq Rizky Maulidan
Foto : Instagram
"Alhamdulillah proses evakuasi sudah selesai. Korban sudah berhasil dievakuasi dari lokasi penemuan, dan tim sudah sampai di Posko 1, posko bawah sendiri, sekitar pukul 16.00 (6 Juli 2019). Jenazah langsung dibawa ke RS dr Kusnadi," kata Komandan Tim Operasi Basarnas Jember, Rudy Prahara, dikonfirmasi wartawan.
Saat ditemukan, menurut Rudy, tubuh korban dalam kondisi utuh. Hanya mulai terjadi pembengkakan. "Posisinya tertelungkup terjepit di pohon. Kondisi tubuh masih utuh, mungkin sedikit bengkak, tapi masih utuh," ujarnya.
Gn. Piramid Bondowoso
Kendati begitu, identifikasi perlu dilakukan untuk memastikan jenazah yang ditemukan betul-betul atas nama Thoriq Rizky Maulidan, siswa SMP yang dilaporkan hilang saat mendaki, pada Minggu, 23 Juni 2019 lalu. "Untuk hasil iden (identifikasi) kami belum dapat update apakah betul itu korban yang selama ini Kita cari atau bukan," ujar Rudy.
Namun, berdasarkan tim yang menemukan pertama kali di lokasi, jenazah diduga kuat adalah Thoriq. Hal itu berdasarkan ciri-ciri pakaian dan barang terakhir yang dipakai almarhum saat mendaki Gunung Piramid bersama beberapa temannya. "Kalau barang-barang yang dipakai sesuai," ujarnya.
Barang yang masih melekat dan ditemukan di dekat korban, menurut Rudy, di antaranya jaket berwarna biru, celana jeans. "Dari pakaian disinyalir memang Thoriq, tapi kami belum bisa rilis karena juga masih menunggu (hasil identifikasi)," katanya.
Thoriq dilaporkan hilang pada Minggu, 23 Juni 2019 lalu. Bersama tiga temannya, Thoriq mendaki Gunung Piramid pada Minggu pagi untuk menikmati momen matahari tenggelam. Mereka tiba di puncak sekira pukul 16.00 WIB. Tiba-tiba kabut turun dan suasana gelap. Mereka memutuskan turun. Saat jalan turun itu, Thoriq terpisah dari rombongan dan hilang
Didirikan pada tahun 1964, Daftar Merah Spesies Terancam
Punah dari International Union for Conservation of Nature telah berevolusi
menjadi sumber informasi paling komprehensif di dunia mengenai status
konservasi global hewan, jamur, dan spesies tanaman.
Daftar Merah IUCN adalah indikator penting kesehatan
keanekaragaman hayati dunia. Jauh lebih dari sekadar daftar spesies dan
statusnya, itu adalah alat yang kuat untuk menginformasikan dan mengkatalisasi
tindakan untuk konservasi keanekaragaman hayati dan perubahan kebijakan,
penting untuk melindungi sumber daya alam kita harus bertahan hidup. Ini
memberikan informasi tentang jangkauan, ukuran populasi, habitat dan ekologi,
penggunaan dan / atau perdagangan, ancaman, dan tindakan konservasi yang akan
membantu menginformasikan keputusan konservasi yang diperlukan.
Daftar Merah IUCN digunakan oleh lembaga pemerintah,
departemen satwa liar, organisasi non-pemerintah (LSM) terkait konservasi,
perencana sumber daya alam, organisasi pendidikan, siswa, dan komunitas bisnis.
Proses Daftar Merah telah menjadi perusahaan besar yang melibatkan staf Program
Spesies Global IUCN, organisasi mitra dan para ahli di Komisi Kelangsungan
Hidup Spesies IUCN dan jaringan mitra yang mengumpulkan informasi spesies untuk
menjadikan Daftar Merah IUCN produk yang sangat diperlukan seperti sekarang
ini.
Sampai saat ini, banyak kelompok spesies termasuk mamalia,
amfibi, burung, karang pembentuk terumbu dan tumbuhan runjung telah dinilai
secara komprehensif. Selain menilai spesies yang baru dikenal, Daftar Merah
IUCN juga menilai kembali status beberapa spesies yang ada, terkadang dengan
kisah-kisah positif untuk diceritakan.
Misalnya, kabar baik seperti penurunan
daftar (yaitu peningkatan) sejumlah spesies pada skala kategori Daftar Merah
IUCN, karena upaya konservasi. Namun berita buruknya adalah keanekaragaman
hayati menurun. Saat ini terdapat lebih dari 98.500 spesies dalam Daftar Merah
IUCN, dan lebih dari 27.000 terancam punah, termasuk 40% amfibi, 34% konifer,
33% karang pembangun terumbu, 25% mamalia, dan 14% burung.
Terlepas dari tingginya proporsi spesies yang
terancam, kita harus berupaya membalik, atau setidaknya menghentikan, penurunan
keanekaragaman hayati. Peningkatan penilaian akan membantu membangun Daftar
Merah IUCN menjadi 'Barometer Kehidupan' yang lebih lengkap.
Untuk melakukan
ini, kita perlu meningkatkan jumlah spesies yang dinilai setidaknya 160.000
pada tahun 2020. Ini akan meningkatkan cakupan taksonomi global dan dengan
demikian memberikan basis yang lebih kuat untuk memungkinkan konservasi dan
keputusan kebijakan yang lebih baik.
Daftar Merah IUCN sangat penting tidak
hanya untuk membantu mengidentifikasi spesies-spesies yang membutuhkan upaya
pemulihan yang ditargetkan, tetapi juga untuk memfokuskan agenda konservasi
dengan mengidentifikasi situs-situs dan habitat utama yang perlu dilindungi.
Pada akhirnya, Daftar Merah IUCN membantu memandu dan menginformasikan
prioritas konservasi dan pendanaan di masa depan.
Berikut kategori dan kriteria Daftar merah IUCN seperti di
lansir dari laman resminya.
Extinct (EX; Punah) adalah status konservasi yag diberikan
kepada spesies yang terbukti (tidak ada
keraguan lagi) bahwa individu terakhir spesies tersebut sudah mati. Dalam IUCN
Redlist tercatat 723 hewan dan 86 tumbuhan yang berstatus Punah. Contoh satwa Indonesia
yang telah punah diantaranya adalah; Harimau Jawa dan Harimau Bali.
Extinct in the Wild (EW; Punah Di Alam Liar) adalah status
konservasi yang diberikan kepada spesies yang hanya diketahui berada di tempat
penangkaran atau di luar habitat alami mereka. Dalam IUCN Redlist tercatat 38
hewan dan 28 tumbuhan yang berstatus Extinct in the Wild.
Critically Endangered (CR; Kritis) adalah status konservasi
yang diberikan kepada spesies yang menghadapi risiko kepunahan di waktu dekat.
Dalam IUCN Redlist tercatat 1.742 hewan dan 1.577 tumbuhan yang berstatus
Kritis. Contoh satwa Indonesia yang berstatus kritis antara lain; Harimau
Sumatra, Badak Jawa, Badak Sumatera, Jalak Bali, Orangutan Sumatera, Elang
Jawa, Trulek Jawa, Rusa Bawean.
Endangered (EN; Genting atau Terancam) adalah status konservasi
yang diberikan kepada spesies yang sedang menghadapi risiko kepunahan di alam
liar yang tinggi pada waktu yang akan datang. Dalam IUCN Redlist tercatat 2.573
hewan dan 2.316 tumbuhan yang berstatus Terancam. Contoh satwa Indonesia yang
berstatus Terancam antara lain; Banteng, Anoa, Mentok Rimba, Maleo, Tapir,
Trenggiling, Bekantan, dan Tarsius.
Vulnerable (VU; Rentan) adalah status konservasi yang
diberikan kepada spesies yang sedang menghadapi risiko kepunahan di alam liar
pada waktu yang akan datang. Dalam IUCN Redlist tercatat 4.467 hewan dan 4.607
tumbuhan yang berstatus Rentan. Contoh satwa Indonesia yang berstatus Terancam
antara lain; Kasuari, Merak Hijau, dan Kakak Tua Maluku.
Near Threatened (NT; Hampir Terancam) adalah status konservasi
yang diberikan kepada spesies yang mungkin berada dalam keadaan terancam atau
mendekati terancam kepunahan, meski tidak masuk ke dalam status terancam. Dalam
IUCN Redlist tercatat 2.574 hewan dan 1.076 tumbuhan yang berstatus Hampir
Terancam. Contoh satwa Indonesia yang berstatus Terancam antara lain; Alap-alap
Doria, Punai Sumba,
Least Concern (LC; Berisiko Rendah) adalah kategori IUCN
yang diberikan untuk spesies yang telah dievaluasi namun tidak masuk ke dalam
kategori manapun. Dalam IUCN Redlist tercatat 17.535 hewan dan 1.488 tumbuhan
yang berstatus Contoh satwa Indonesia yang berstatus Terancam antara lain; Ayam
Hutan Merah, Ayam Hutan Hijau, dan Landak.
Data Deficient (DD; Informasi Kurang), Sebuah takson
dinyatakan “informasi kurang” ketika informasi yang ada kurang memadai untuk
membuat perkiraan akan risiko kepunahannya berdasarkan distribusi dan status
populasi. Dalam IUCN Redlist tercatat 5.813 hewan dan 735 tumbuhan yang
berstatus Informasi kurang. Contoh satwa Indonesia yang berstatus Terancam
antara lain; Punggok Papua, Todirhamphus nigrocyaneus,
Not Evaluated (NE; Belum dievaluasi); Sebuah takson
dinyatakan “belum dievaluasi” ketika tidak dievaluasi untuk kriteria-kriteria
di atas. Contoh satwa Indonesia yang berstatus Terancam antara lain; Punggok
Togian
Gempabumi tektonik kembali mengguncang Lombok Timur. Gempa
dengan kekuatan M 5,8 SR berpusat di darat pada 20 km arah utara Kota Selong
Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 10 km pada
17/3/2019 pukul 14.07 WIB. Selang dua menit kemudian pada pukul 14.09.19 WIB
terjadi gempabumi susulan dengan M=5,2 dengan kedalaman 11 km.
BMKG mencatat gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi
dangkal akibat aktivitas sesar lokal di sekitar Gunung Rinjani. Hasil analisis
mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran turun
(normal fault).
Gempa dirasakan kuat selama 2-5 detik di Lombok Timur.
Masyarakat panik dan berhamburan ke luar rumah. Beberapa bangunan ada yang
roboh dan rusak.
Berdasarkan pendataan yang dilakukan BPBD Lombok Timur,
dampak gempa telah menyebabkan 2 orang meninggal dunia, 44 orang luka-luka, 32
unit rumah roboh dan 499 unit rumah rusak sedang dan rusak ringan.
2 orang meninggal dunia adalah wisatawan asal Malaysia yang
tertimpa material longsoran akibat adanya gempa di kawasan Air Terjun Tiu
Kelep, Kabupaten Lombok Utara yang berada di bawah kaki Gunung Rinjani. Satu
korban meninggal sudah diidentifikasi atas nama Tommy (14 tahun) warga
Malaysia, sedangkan yang satunya belum dapat diindentifikasi. Korban luka-luka
sebanyak 44 orang dimana 36 orang warga Indonesia dan 8 orang WNA Malaysia.
Sebanyak 36 wisatawan (22 wisatawan dari Malaysia dan
14 wisatawan nusantara) telah berhasil dievakuasi dari kawasan Air Terjun Tiu
Kelep di Lombok Utara. Selain itu sekitar 50 orang berhasil dievakuasi dari Pos
2 ke Pos 3 di Gunung Rinjani dalam kondisi aman. Mereka adalah tim survai jalur
pendakian Gunung Rinjani yang berasal dari TNGR, BPBD NTB, Geopark, Porter,
PVMBG, Orplas, TO, TNI, dan Polri.
Banjir bandang yang melanda 9 kelurahanan di Kecamatan
Sentani Kabupaten Jayapura Provinsi Papua pada 16/3/2019 pukul 21.30 WIT telah
menimbulkan banyak korban dan kerusakan. Banjir melanda Kelurahan Barnabas
Marweri, Piter Pangkatana, Kristian Pangakatan, Didimus Pangkatana, Andi
Pangkatana, Yonasmanuri, Yulianus Pangkatana, Nelson Pangkatan, dan Nesmanuri.
Saat ini banjir telah surut meninggalkan lumpur, kayu-kayu
gelondongan dan material yang terbawa banjir bandang. Tim SAR gabungan masih
melakukan evakuasi dan pencarian korban.
Hingga Minggu (17/3/2019) pukul 07.00 WIB, tercatat dampak banjir
bandang sebanyak 14 orang meninggal dunia, dan 18 orang luka-luka. Kerusakan
meliputi 9 rumah rusak terdampak banjir di BTN Doyo Baru, 1 mobil rusak atau
hanyut, jembatan Doyo dan Kali Ular mengalami kerusakan, eekitar 150 rumah
terendam di BTN Bintang Timur Sentani, kerusakan 1 pesawat jenis Twin Otter di
Lapangan Terbang Adventis Doyo Sentani. Dampak kerusakan masih akan bertambah
karena pendataan masih dilakukan.
Beberapa warga sejak semalam mengungsi. Sekitar 50 orang di
Kantor Bupati Jayapura Gunung Merah, 70 orang di Kediaman Bupati Jayapura, dan
beberapa warga mengungsi di Kantor Basarnas Jayapura.
Tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, SKPD, PMI
dan relawan melakukan penanganan darurat. Posko akan didirikan. Sebagian
bantuan disalurkan kepada masyarakat terdampak.
Melihat dampak banjir bandang dan landaan banjir
bandang yang terjadi di Sentani, kemungkinan disebabkan adanya longsor di
bagian hulu yang kemudian menerjang di bagian hilir. Karakteristik banjir
bandang yang sering terjadi di Indonesia diawali adanya longsor di bagian hulu
kemudian membendung sungai sehingga terjadi badan air atau bendungan alami.
Karena volume air terus bertambah kemudian badan air atau bendung alami ini
jebol dan menerjang di bagian bawah dengan membawa material-material kayu
gelondongan, pohon, batu, lumpur dan lainnya dengan kecepatan aliran yang
besar. Ini ditambah dengan curah hujan yang berintensitas tinggi dalam waktu
cukup lama.
Tahun ini para pengamat langit akan menyaksikan tiga
supermoon berturut-turut pada 21 Januari, 19 Februari dan 21 Maret.
Supermoon terjadi ketika bulan purnama bertepatan dengan
perigee bulan, atau titik di orbit elips di mana ia paling dekat dengan Bumi.
Ini membuat bulan tampak hingga 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih
terang dari biasanya.
Supermoon terakhir adalah Super Blood Wolf Moon pada 20-21
Januari 2019, ketika itu supermoon bertepatan dengan gerhana bulan total, juga
dikenal sebagai "bulan darah." Supermoon kedua tahun 2019 akan
menyusul pada 19 Februari selama Snow Moon, yang akan menjadi bulan purnama terdekat
tahun ini.
Kemudian pada 21 Maret, Bulan Cacing (worm Moon) akan mencapai fase
penuh sekitar 29 jam setelah bulan mencapai berjarak terdekat dengan bumi (perigee).
Demikian di lansir dari laman space.com
Foto Credit Space.com
Apa itu supermoon?
Secara tradisional para astronom mendefinisikan supermoon
sebagai bulan purnama terdekat dalam satu tahun, definisi itu telah memperoleh
ruang gerak dalam beberapa tahun terakhir. Supermoon paling "super" tahun 2019 adalah pada 19 Februari, ketika
bulan akan mencapai perigee sekitar 6 jam sebelum secara resmi penuh.
Space.com
Jarak rata-rata bulan dari Bumi adalah 238.855 mil (384.400
kilometer), tetapi orbitnya tidak bulat sempurna, sehingga jaraknya bervariasi
sedikit. Ketika bulan mencapai puncak terdekat tahun ini pada 19 Februari,
jaraknya menjadi 221.681 mil (356.761 km) dari Bumi.
Supermoons tidak terjadi setiap bulan karena orbit bulan
berubah orientasi ketika Bumi mengelilingi matahari. Jadi, sumbu panjang dari
jalur elips bulan di sekitar Bumi menunjuk ke arah yang berbeda, yang berarti
bahwa bulan penuh (atau baru) tidak akan selalu terjadi pada apogee atau
perigee.
Hujan deras sepanjang Jumat (15/2/2019) petang hingga malam
mengakibatkan longsornya pondasi rumah warga setinggi 5 meter di Kampung Ciapus
Permeha RT 02/RW 05 Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kota Bogor.
Akibat peristiwa tersebut, satu unit rumah hancur total tertimpa material
longsoran berupa batu dan beton yang menimbun sembilan penghuni di dalamnya.
Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 22.30 WIB,
menimpa rumah ibu Nur yang dihuni sembilan orang. Kejadian itu pun
mengakibatkan seluruh bagian rumah rata dengan tanah.
Setelah dilakukan evakuasi terhadap ke-9 korban oleh Tim
Reaksi Cepat (TRC) Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, ditemukan empat orang
meninggal dan lima orang selamat, yang kemudian dilarikan ke RS Ummi Empang
Kota Bogor.
Berikut Korban Meninggal Dunia :
1. Ibu Nurhayati (60)
2. Imelda yanti (13)
3. Dea Aprilia (8)
4. M.Wildan (3)
Dan korban selamat saat ini Sabtu (16/2/2019) masih di rawat
di RS Ummi ada 5 orang, yaitu:
1. Santi Fitri Dewi (27),
2. Asep saepuloh (35)
,
3. Hariyanti (33) ,
4. Dani ( 35),
5. Septi (9 bln)
Sementara itu, upaya evakuasi dan pemindahan puing bangunan
hingga Sabtu (16/2/2019) pagi masih diLakukan warga secara bergotong-royong.
Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana Badan Penanggulangan Bencana
Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Dede Armansyah menjelaskan, pihaknya sudah
mengantisipasi sejak Jumat sore dan saat ini tengah melakukan pemeriksaan di
TKP.
"Sudah kita antisipasi dan menghimbau masyarakat untuk
waspada dan ini terjadi tengah malam di tengah korbannya sedang tertidur ,
bantuan makanan , pakaian , selimut sudah kita kirim ke lokasi," jelas
Dede Armansyah, Sabtu (16/2/2019)
Longsor terjadi akibat aliran air hujan mengendap di turap tebingan setinggi 5 meter
yang membentengi rumah hingga jebol dan menimbun mereka.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi
merekomendasikan warga maupun pengunjung tidak melakukan aktivitas di dalam
zona bahaya Gunung Karangetang di Pulau Siau, Sulawesi Utara. Aktivitas
vulkanik gunung ini dengan guguran lava terjadi sejak November 2018 lalu.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)
mengeluarkan rekomendasi zona perkiraan bahaya yang meliputi radius 2,5 km dari
puncak Kawah Dua (utara) dan kawah Utama (selatan). Di samping itu, zona
berbahaya juga mencakup sektoral dari puncak ke arah Barat – barat laut sejauh
3 km dan ke arah Barat Laut – Utara sejauh 4 km.
Sehubungan dengan potensi dampak terhadap masyarakat, PVMBG
merekomendasikan warga yang menetap di Kampung Batubulan, Kampung Niambangeng
dan Kampung Beba untuk dievakuasi ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava
atau awan panas.
Aktivitas vulkanik juga berdampak pada kerusakan materiil
seperti jalan akses menuju Kampung Batubulan tertutup material vulkanik hingga
ketinggian 50 m dengan luasan 300 m2. Badan Penanggulangan Bencana Daerah
(BPBD) Kabupaten Kepulauan Sitaro juga melaporkan 2 unit jembatan kampung
tersebut rusak berat.
Dampak aktivitas vulkanik tersebut, sekitar 53 KK (190 jiwa) mengungsi di beberapa titik. Sejumlah 33 KK (122 jiwa) berada di Penampungan Paseng, 11 KK (39) di Sekolah GMIST Batubulan, dan 9 KK (29) di rumah-rumah kerabat. Mereka merupakan penduduk yang berisko terdampak aktivitas vulkanik, yaitu di Desa Batubulan yang memiliki luas 3,96 km2. Data penduduk tercatat sekitar 159 KK (515 jiwa).
Pemerintah daerah setempat dan unsur terkait lain, seperti
TNI, Polri, sukarelawan telah melakukan upaya penanganan darurat. Evakuasi dan
pemenuhan kebutuhan dasar disediakn oleh pemerintah kepada para penyintas.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut mendukung penguatan pos
komando dalam penanganan darurat.
Berdasarkan pemantauan PVMBG, sungai-sungai yang berpotensi
menjadi jalur aliran lava dan guguran dari Kawah Dua antara lain Sungai
Melebuhe, Batuare, Batukole, Saboang, Niambangeng, Sumpihi, Kiawang, Kinal dan
kawahang.
Rilis Google menyebutkan, layanan dihentikan karena
rendahnya penggunaan dan tantangan dalam mempertahankan produk sukses yang
memenuhi ekspektasi konsumen.
Jika anda pengguna Google+ ada beberapa langkah yang
harus dilakukan jika ingin mendownload foto dan konten lainnya. Google
menegaskan akan menutup layanan per 2 April 2019, akun Google+ dan semua
halaman Google+ yang dibuat akan dihentikan.
Pihak Google akan mulai menghapus konten dari akun
Google+ konsumen.
Foto dan video dari Google+ di Arsip Album dan
halaman Google+ juga akan dihapus.
Pengguna masih bisa mendownload dan menyimpan konten
tetapi harus dilakukan April 2019.
Proses penghapusan konten dari akun Google+ versi
konsumen, Halaman Google+, dan Arsip Album akan memakan waktu beberapa bulan. Oleh
sebab itu masih ada beberapa kemungkinan konten tetap tersedia selama jangka
waktu tersebut.
Google memutuskan untuk menghentikan layanan Google+
versi konsumen pada April 2019.
Misalnya, pengguna masih dapat melihat beberapa
bagian dari akun Google+ mereka melalui log aktivitas. Beberapa konten Google+
versi konsumen mungkin masih terlihat oleh pengguna G Suite hingga Google+
versi konsumen dihapus.
Mulai 4 Februari 2019, Anda tidak dapat lagi membuat
profil, halaman, komunitas, atau acara Google+ baru.
Jika Anda pemilik atau moderator Google+ Komunitas,
Anda dapat mendownload dan menyimpan data untuk Google+ Komunitas Anda.
Mulai awal Maret 2019, data lainnya akan dapat
didownload, termasuk penulis, isi, dan foto dari setiap postingan komunitas di
komunitas publik.
Jika Anda menggunakan Google+ untuk memberikan
komentar di situs Anda sendiri atau situs lainnya, fitur ini akan dihapus dari
Blogger paling lambat tanggal 4 Februari
dan dari situs lainnya paling lambat tanggal 7 Maret.
Semua komentar Google+ Anda di semua situs akan
dihapus mulai tanggal 2 April 2019.
Mendownload data Google+
Anda dapat mengekspor dan mendownload data Google+
Anda, termasuk lingkaran, Komunitas, Aliran, dan +1 Google+ Anda.
Catatan: Mendownload data Google+ Anda tidak
menghapus profil Google+ Anda. Pelajari cara menghapus profil Google Anda.
Mendownload semua data Google+
Anda dapat mendownload arsip yang berisi semua data
Google+ Anda sekaligus, termasuk lingkaran, Komunitas, Aliran, dan +1 Google+
Anda.
Catatan: Jika Anda ingin mendownload konten Halaman
Google+, login sebagai Halaman Google+.
Buka halaman Download data Anda. Anda mungkin harus
login.
Batalkan pilihan informasi Google+ yang tidak ingin
Anda sertakan dalam hasil download Anda Nonaktif.
Klik Berikutnya.
Pilih jenis file.
Pilih cara Anda ingin mengirimkan data Anda.
Klik Buat arsip.
Catatan: Jika Anda ingin mendownload konten Halaman
Google+, login sebagai Halaman Google+.
Mendownload data Google+ tertentu
Sebagai ganti dari mendownload semua data, Anda dapat
mendownload data Google+ tertentu, seperti foto, acara, atau postingan Anda.
Buka halaman Download data Anda. Anda mungkin harus
login.
Di samping jenis konten yang ingin Anda download,
seperti Aliran Google+, klik Panah bawah Panah Bawah.
Google perusahaan multinasional Amerika Serikat yang fokus pada jasa dan
produk internet akan resmi menutup produk jejaring sosial mereka yakni Google
Plus pada tanggal 2 April 2019.
Mengutip dari Google, pada bulan Desember 2018 Google telah mengumumkan
keputusan mereka untuk menonaktifkan Google+ versi konsumen.
Alasan jejaring sosial Google+ yang diluncurkan pada 28 Juni 2011 ini
dihentikan karena rendahnya penggunaan dan tantangan dalam mempertahankan
produk dalam memenuhi ekspektasi konsumen.
"Kami ingin mengucapkan terima kasih karena Anda telah menjadi
bagian dari Google+ dan ingin memberitahukan langkah selanjutnya, termasuk cara
mendownload foto dan konten Anda lainnya," tulis keterangan di laman Support Google.
Pada tanggal 2 April 2019 mendatang, akun Google+ Anda dan semua halaman
Google+ yang telah dibuat pengguna akan dinonaktifkan dan akan menghapus konten
dari akun Google+ konsumen.
Selain itu foto dan video dari Google+ di arsip album dan halaman Google+
juga akan dihapus.
Tak perlu khawatir Anda dapat mendownload dan menyimpan konten di akun
Google+ sebelum bulan April. Proses penghapusan konten dari akun Google+ konsumen, Halaman Google+ dan
Arsip Album akan memakan waktu beberapa bulan, dan konten mungkin akan tetap
ada selama waktu tersebut.
"Contoh, pengguna masih dapat melihat beberapa bagian dari akun
Google+ mereka melalui log aktivitas dan beberapa konten Google+ konsumen
mungkin masih dapat dilihat oleh pengguna G Suite hingga Google+ konsumen
dihapus," tulis keterangan tersebut.
Berikut proses Google menonaktifkan Google+ per tanggal :
4 Februari 2019, Anda tidak dapat lagi membuat profil, halaman,
komunitas, atau acara Google+ baru. Lihat FAQ lengkap untuk mengetahui detail
lebih lanjut dan informasi terbaru menjelang diberlakukannya penonaktifan ini.
4 Februari sampai 7 Maret 2019, jika Anda pernah menggunakan Google+
untuk memberikan komentar di situs Anda sendiri atau situs lainnya, fitur ini
akan dihapus dari Blogger.
Pertengahan Februari hingga awal Maret 2019, Jika Anda login ke situs dan
aplikasi menggunakan tombol Login dengan Google+, tombol ini tidak akan
berfungsi lagi dalam beberapa minggu ke depan dan, pada beberapa kasus, akan
diganti dengan tombol Login dengan Google. Anda tetap dapat login dengan Akun
Google di mana pun Anda melihat tombol Login dengan Google.
Awal Maret 2019, Jika Anda adalah pemilik atau moderator Google+
Komunitas, Anda dapat mendownload dan menyimpan data Google+ Komunitas Anda.
Mulai awal Maret 2019, data lainnya akan dapat didownload, termasuk penulis,
isi, dan foto dari setiap postingan komunitas di komunitas publik.
2 April 2019, Semua komentar Google+ Anda di semua situs akan dihapus.
Sementara itu jika Anda adalah pelanggan G Suite, Google+ untuk akun G
Suite Anda akan tetap aktif. Hubungi admin G Suite Anda untuk mendapatkan
detail lebih lanjut. Anda juga akan segera melihat tampilan dan fitur baru.
Jika Anda adalah developer yang menggunakan Google+ API atau fitur Login
dengan Google+, klik disini untuk melihat dampak penonaktifan ini pada Anda.
"Terima kasih telah menjadikan Google+ tempat yang spesial. Kami
berterima kasih kepada para seniman, pembuat komunitas, dan ahli berpengaruh
yang telah menjadikan Google+ sebagai rumah mereka. Semangat dan dedikasi Anda
begitu berarti," tulis pengumuman tersebut.
Potensi Bencana Hidrometeorologi di beberapa wilayah 23 - 30 Januari 2019
Melanjutkan dari himbauan yang telah dikeluarkan sebelumnya pada tanggal 16 Januari 2019, BMKG kembali menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan SIAGA dalam menghadapi periode puncak musim hujan 2019. Khususnya akan dampak dari curah hujan tinggi yang akan memicu Bencana Hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang dan angin kencang yang meningkat pada akhir Januari 2019.
Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer (22/01/2019), terpantau masih terdapat aliran massa udara basah dari Samudera Hindia yang masuk ke wilayah Jawa, kalimantan, Bali, NTB hingga NTT. Bersamaan dengan itu, masih kuatnya Monsun Dingin Asia beserta hangatnya Suhu Muka Laut di wilayah perairan Indonesia menyebabkan tingkat penguapan dan pertumbuhan awan cukup tinggi. Dari pantuan pergerakan angin, BMKG mendeteksi adanya daerah pertemuan angin yang konsisten dalam beberapa hari terakhir memanjang dari wilayah Sumatera bagia Selatan, Laut Jawa, Jawa Timur, Bali, hingga NTB dan NTT. Demikian disampaikan Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Drs. R. Mulyono R. Prabowo M.Sc dalam siaran Persnya di Jakarta, 22 Januari 2019.
Secara khusus, BMKG melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) di Jakarta tengah memonitor adanya tiga bibit badai tropis di dekat wilayah Indonesia. Salah satu bibit siklon yang saat ini berada di Laut Timor ( 94S) berpotensi meningkat menjadi siklon tropis dalam 3 hari kedepan dan mengakibatkan potensi cuaca ekstrem berupa angin kencang yang dapat mencapai diatas 25 knot terjadi di wilayah Indonesia seperti Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan.
Berikut adalah Wilayah-wilayah yang berpotensi Hujan Lebat untuk periode 23 - 26 Januari 2019, antara lain: Aceh, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat, Papua.
Sedangkan Wilayah-wilayah yang berpotensi Hujan lebat untuk periode 27 - 30 Januari 2019, antara lain: Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.
Tonton Video Kampanye Materi Pendidikan Menghadapi Tsunami
Menurut Mulyono, Tidak hanya hujan lebat, masyarakat nelayan dan pesisir juga perlu mewaspadai potensi gelombang tinggi 2.5 hingga 4.0 meter diperkirakan terjadi di Perairan Barat P. Simeulue Hingga Kep. Mentawai, Perairan P. Enggano Hingga Barat Lampung, Selat Sunda bagian Selatan, Perairan Selatan Banten Hingga Jawa Tengah, Samudra Hindia Barat Sumatra Hingga Jawa Tenga, Perairan Utara Kep. Anambas Dan Laut Natuna, Laut Jawa bagian Tengah, Laut Bali, Perairan Selatan Baubau - Kep. Wakatobi, Laut Banda bagian Selatan, Perairan Kep. Sermata - Kep. Babar, Laut Arafuru bagian Barat. Potensi gelombang tinggi 4.0 hingga 6.0 meter diperkirakan terjadi di Laut Cina Selatan Dan Laut Natuna Utara, Perairan Utara Kep. Natuna, Laut Jawa Bagian Timur Hingga Laut Sumbawa, Selat Makassar Bagian Selatan, Perairan Selatan Jawa Timur Hingga P. Rote, Selat Bali - Selat, Lombok - Selat Alas Bagian Selatan, Samudra Hindia Selatan Jawa Timur Hingga NTT, Perairan Utara Flores, Perairan Kep. Sabalana - Kep. Selayar, Laut Flores, Laut Sawu Dan Laut Timor Selatan NTT.
Masyarakat dihimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan dari curah hujan tinggi dan angin kencang yang akan terjadi pada akhir Januari 2019 ini. Antara lain Potensi Banjir, Tanah Longsor, Banjir Bandang, Genangan, Angin Kencang, Pohon Pumbang dan jalan licin. Masyarakat agar tetap memperbarui informasi dari BMKG serta instansi terkait untuk memastikan Mitigasi Bencana Hidrometeorologi dapat dilakukan dengan baik.
Informasi cuaca terkini dapat diakses melalui : - http://www.bmkg.go.id; - Akun IG dan twitter @infobmkg; - aplikasi iOS dan android "Info BMKG"; atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.
Dalam rilis terbarunya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat di pesisir pantai waspada terhadap fenomena pasang maksimum air laut pada 19-22 Januari 2019. Di wilayah wilayah berikut:
1. Pesisir utara Jakarta
2. Pesisir utara Jawa Tengah
3. Pesisir utara Jawa Timur
4. Pesisir Cilacap
5. Pesisir Tanjung Benoa, Bali
6. Pesisir Kalimantan Barat
7. Pesisir Makassar
BMKG menyatakan kondisi ini diakibatkan adanya fenomena supermoon (posisi perigee atau jarak terdekat bulan terhadap bumi) disertai bulan purnama mempengaruhi kondisi pasang maksimum air laut di Indonesia. Masyarakat di pesisir pantai diimbau waspada akibat adanya fenomena ini pada 19-22 Januari 2019.
Adanya fenomena pasang maksimum air laut ini dapat berdampak terganggunya transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir. Aktivitas petani garam dan perikanan darat serta kegiatan bongkar-muat di pelabuhan juga bisa terganggu.
BMKG mengimbau masyarakat selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut. Selain itu, masyarakat diminta memperhatikan update informasi cuaca maritim melalui situs dan media sosial resmi BMKG
Daerah Aliran sungai (DAS) merupakan modal pembangunan nasional yang sangat penting dan bermanfaat bagi kehidupan dan penghidupan manusia. Namun dalam kenyataannya tidak jarang kawasan ini di pandang sebagai tempat pembuangan akhir dari sampah sampah yang dihasilkan terutama dari sampah rumah tangga (limbah domestik). Baik dari dapur rumah tangga atau bahkan dari industri rumah tangga.
Perilaku dan persepsi masyarakat setempat yang masih belum berorientasi pada pentingnya mengelola limbah domestik terutama kawasan daerah aliran sungai dapat berdampak buruk terhadap kualitas lingkungan dan kualitas air yang menjadi sumber penghidupan manusia.
Jika kondisi ini dibiarkan terus menerus maka akan beresiko pada terjadinya kerusakan lingkungan yang menyebabkan terjadinya bencana alam seperti banjir dan akan berpengaruh pada buruknya kualitas air sungai yang menjadi sumber kehidupan bagi sebagian besar masyarakat yang mayoritas menyandarkan diri pada sektor pertanian dan perikanan.
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan terhadap beberapa anak sungai yang bermuara di sungai Cikidang, secara kasat mata kondisi anak sungai mengalami kualitas penurunan yang sangat signifikant terutama jika dilihat dari kualitas lingkungan di sekitar kawasan sungai yang dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah oleh masyarakat setempat. Hampir di sepanjang sungai terdapat pemandangan yang sangat memprihatinkan dengan sampah berserakan yang tidak dikelola. Belum lagi anak sungai yang melintasi sentra industri tahu dan tempe di mana mereka membuang limbah pengolahan langsung ke sungai. Indikasi lain dapat dilihat dari warna air yang cenderung kehijauan dan berbusa di musim kemarau serta banyaknya sampah plastik yang tersangkut dan bau air yang menyengat.
Isu strategis dalam bidang lingkungan salah satunya didasarkan pada alasan bahwa terjadinya bencana alam banjir dan tanah longsor setiap tahun telah menimbulkan banyak kerugian dan menyengsarakan banyak warga. Kondisi anomali cuaca dan perubahan iklim akibat pemanasan global ditambah sikap dan perilaku masyarakat yang apatis terhadap perubahan perubahan yang terjadi di lingkungan sekitar memperparah terjadinya permasalahan-permasalahan lingkungan yang berdampak pada semakin intensnya bencana alam seperti banjir, tanah longsor, erosi, badai tropis dan kekeringan.
Tonton Video Materi Pendidikan Siaga Tsunami
Persoalan sikap apatis dan perilaku masyarakat ini menarik untuk dikaji lebih mendalam terutama dalam kaitan semakin kompleksnya fenomena sampah yang ada di sekitar kawasan Daerah Aliran sungai (DAS). Jika ini terus dibiarkan persoalan banjir bukan hanya sekedar masalah fenomena alam akibat perubahan iklim dan pemanasan global, namun juga disebabkan karena masih rendahnya sikap dan perilaku masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Kenyataan sesungguhnya bahwa Pohon semakin hari semakin berkurang di sekitar kita. Kalau tidak percaya silahkan lihat sekeliling anda. Pohon pohon yang dulu rindang di pinggir jalan kampung kita hilang entah kemana. Bahkan pohon Nangka, pohon sawo yang dulu ada di belakang atau samping rumah kita pun tinggal kenangan, sudah tidak berbekas lagi.
Mungkin ada yang belum tahu tentang pentingnya Pohon untuk keberlangsungan hidup kita. Karena ternyata masih banyak orang orang yang tidak bertanggungjawab yang menebang pohon seenaknya, membakar dan menebangi hutan demi keuntungan pribadi.
Pohon merupakan faktor penting untuk keberlangsungan kehidupan di bumi ini. Betapa menakjubkan peran pohon dalam menurunkan pencemaran udara akibat Karbondioksida (CO2) yang berasal dari sisa pembakaran pabrik pabrik tidak ramah lingkungan yang masih menggunakan bahan bakar fosil, asap kendaraan, dan lain lain.
Pohon sebagai paru paru Bumi bisa menetralisir udara dari partikel partikel kotor dan juga menghasilkan Oksigen (O2) yang kita hirup setiap saat.
Saat bernafas tentu kita bisa merasakan bagaimana menghirup udara di daerah yang masih banyak pepohonan dengan di perkotaan yang sudah jarang sekali pohon.
Pohon juga memiliki peranan besar dalam menyediakan sumber air bagi kehidupan sekaligus mencegah terjadinya bencana alam. 60% - 80% air hujan yang turun di serap dan di simpan oleh pepohonan. Sehingga saat hujan turun air tidak langsung meluncur deras ke sungai yang bisa mengakibatkan longsor dan banjir serta bencana lainnya. Air hujan akan tertahan dan di simpan di akar akar pepohonan untuk cadangan musim kemarau yang akan datang.
Mari Jadikan Hari Sejuta Pohon ini sebagai momentum kita untuk terus menjaga Pohon dan Hutan agar tetap lestari.
Mulailah dari halaman rumah kita, dengan menanam tanaman kecil, tanaman hias, sayuran, obat obatan herbal agar rumah kelihatan lebih hijau dan asri.
Lestari Pohon ku..
Lestari Alam ku..
Lestari Bumi ku...
Bedasarkan informasi Badan Geologi terkait perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau, serta dengan mempertimbangkan kondisi lereng/tebing dasar laut ataupun kondisi potensi kegempaan di Selat Sunda, maka zona waspada tsunami masih diterapkan dalam radius 500 m dari tepi pantai yang berada pada elevasi rendah (elevasi kurang dari 5 m di atas permukaan laut).
Masyarakat diminta tetap tenang dan waspada, dalam beraktivitas di pantai/pesisir Selat Sunda, dalam radius 500 m dari tepi pantai yang berada pada elevasi rendah. Demikian disampaikan oleh Deputi Bidang Geofisika BMKG Dr. Ir. Muhamad Sadly, M. Eng dalam konferensi pers di Jakarta Senin, 5 Januari 2018.
Masyarakat juga di minta untukuntuk memonitor perkembangan informasi terkait kewaspadaan bahaya tsunami, melalui website, aplikasi mobile dan media sosial *InfoBMKG*, serta memonitor perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui aplikasi *MAGMA INDONESIA* Badan Geologi-ESDM, agar tidak terpancing dengan informasi / isu yang menyesatkan.
Muhamad Sadly melanjutkan, BMKG beserta Badan Geologi dengan dukungan TNI dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman masih tetap terus memantau, dan akan terus menyampaikan informasi perkembangannya.
BMKG rilis peringatan dini gelombang tinggi capai 4 meter landa perairan di Indonesia, liburan sambut Tahun Baru 2019 sebaiknya hindari wilayah ini.
Di lansir dari akun Twitter @InfoHumasBMKG, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di wilayah perairan Indonesia berlaku dari tanggal 27 Desember 2018 hingga 30 Desember 2018.
Prediksi gelombang tinggi tersebut berdasar pada adanya pola tekanan rendah di Samudera Pasifik dan Laut Cina Selatan.
Kecepatan angin tertinggi terpantau ada di Selat Sunda, Perairan Kepulauan Seribu, Laut Sulawesi, Perairan Kep. Sangihe - Kep.Talaud, Perairan utara Halmahera, dan Laut Banda.
Hal tersebut akhirnya mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang.
Ada 3 kategori gelombang tinggi berdasar pada peringatan yang dikeluarkan oleh BMKG.
1. Tinggi gelombang 1.25 hingga 2.50 meter berpeluang terjadi di 24 wilayah perairan Indonesia.
Perairan Barat Aceh, perairan Barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, perairan Enggano-Bengkulu, perairan Barat Lampung, Samudera Hindia Barat Sumatera dan Selat Sunda bagian Selatan.
Perairan Selatan Banten hingga Jawa Barat, perairan P. Sawu hingga P. Rote-Kupang, Laut Sawu-Selat Ombai, perairan selatan Flores, Samudera Hindia Selatan Banten dan NTT, perairan utara Kep. Anambas.
Selat Karimata bagian selatan, Laut Jawa, perairan Selat Kalimantan, perairan utara Jawa Timur hingga Kep. Kangean, Selat Makassar bagian selatan dan utara dan perairan barat Sulawesi Selatan.
Perairan Kep. Sabalana - Kep. Selayar, Teluk Bone, perairan Kep. Baubau - Wakatobi, Laut Flores, Laut Sulawesi, dan perairan utara Sulawesi.
Perairan Bitung - Manado, Laut Maluku bagian selatan, Teluk Tomini, perairan barat dan timur Kep. Halmahera, perairan utara Papua Barat hingga Papua dan perairan selatan Ambon-Laut Banda.
Perairan Kep. Sermata hingga Kep. Tanimbar, perairan Kep. Kai hingga Kep. Aru dan Laut Arafuru.
2. Tinggi gelombang 2.50 hingga 4.0 meter berpeluang terjadi di 8 wilayah perairan Indonesia.
Perairan Selatan Jawa Tengah hingga NTB
Selat Bali - Selat Lombok - Selat Alas bagian selatan
Samudera Hindia selatan Jawa Tengah hingga NTB
Laut Natuna utara - perairan Kep. Natuna
Perairan Kep. Sangihe hingga Kep. Talaud
Laut Maluku bagian utara
Perairan utara Halmahera
Samudera Pasifik utara Halmahera
3. BMKG juga mengeluarkan peringatan untuk aktivitas pelayaran agar waspada terhadap gelombang yang bisa mencapai 6 meter.
Risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran:
Perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m)
Kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m)
Kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m)
Karenanya masyarakat dihimbau agar tidak beraktivitas di pesisir sekitar area gelombang tinggi, dan diminta tetap waspada. (G094/TBS)
Jakarta. Sebuah bibit siklon terdeteksi berkembang sejak tanggal 12 Desember 2018 di wilayah Samudera Hindia dan akhirnya telah menjadi siklon tropis pada Sabtu 15 Desember 2018 pada jarak sekitar 1.400 km dari Bengkulu sebelah barat daya pulau Sumatera. Siklon tropis, yang kemudian diberi nama siklon tropis "KENANGA", ini terbentuk di wilayah yang masih menjadi tanggung jawab Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta. Hasil analisis menunjukkan siklon tropis ini memiliki kecepatan angin maksimum di dekat pusat siklonnya mencapai 40 knot atau sekitar 75 km/jam.
Berdasarkan pantauan terkini, siklon tropis ini akan cenderung bergerak ke arah barat daya menjauhi wilayah Indonesia dan diprakirakan berada sekitar 2.754 km dari wilayah Indonesia dalam 72 jam kedepan. *Siklon ini akan memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan kecepatan angin di sebagian wilayah pesisir barat pulau Sumatera dan peningkatan ketinggian gelombang 2,5 - 4,0 meter di perairan Kep. Mentawai hingga Selat Sunda. Demikian disampaikan oleh Deputi Bidang Meteorologi BMKG Drs R. Mulyono R. Prabowo M.Sc.
Mulyono menambahkan, Peningkatan kecepatan angin, yang cenderung disebabkan oleh aliran massa udara dari selatan Indonesia bagian Tengah, juga diprakirakan dapat terjadi di pulau Jawa bagian selatan meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT. Dominasi massa udara dari selatan cenderung mengurangi curah hujan di sebagian wilayah pulau Sumatera dan Jawa. Namun, sebaliknya meningkatkan intensitas hujan di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur. *Wilayah yang berpotensi hujan lebat pada periode 17 - 19 Desember 2018 antara lain: Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua
Masih menurut Mulyono, Pada periode 20 - 23 Desember 2018, kembali harus waspada untuk wilayah Sumatera, Jawa dan Kalimantan.* Diprakirakan aliran udara dingin dari Asia akan kembali masuk wilayah Indonesia dan membentuk area konvergensi serta kembali memicu peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia bagian barat. Wilayah yang berpotensi hujan lebat pada periode ini antara lain: Sumatera Barat, Bengkulu, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Bangka Belitung, Kep. Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah.
BMKG menghimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologis seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang terutama untuk wilayah-wilayah yang telah mendapat hujan berintensitas tinggi dalam beberapa hari. Selain itu masyarakat yang beraktifitas di perairan khususnya selatan Pulau Sumatera juga agar mewaspadai potensi gelombang tinggi dan angin kencang.
Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG membuka layanan informasi cuaca 24 jam, yaitu melalui:
- call center 021-6546315/18;
- http://www.bmkg.go.id
- follow @infobmkg;
atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat, pungkas Mulyono. (G-094)
Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan bekerjasama dengan Sumatran Orangutan Conservation Programme, Yayasan Ekosistem Lestari, Yayasan Badak Indonesia, Pemprov Sumatera Utara telah menemukan spesies baru orangutan di Sumatera, yaitu: orangutan tapanuli (Pongo tapanuliensis).
Perbedaan fisik dan non fisik Orangutan Tapanuli dengan orangutan sumatera dan kalimantan adalah :
Ciri Non Fisik
Frekwensi pembuatan sarang lebih rendah dibandingkan Orang Utan Sumatera namun hampir mirip dengan Orang Utan Kalimantan.
Pakannya 60% adalah buah-buahan , rayap, semut, dedaunan, kuncup bunga Dan ulat.
Orang Utan Tapanuli memakan jenis spesies tumbuhan yang sebelumnya belum pernah tercatat sebagai jenis pakan Orang Utan, Yaitu atumangan, sempinur Tali, sempinur bunga Dan agatis.
Panggilan jarak jauh (long calls) Orangutan Jantan spesies ini berbeda dari jenis Orang Utan lainnya yang biasanya berteriak keras Dan berdurasi panjang.
Ciri Fisik
Warna rambut Dan bentuk badan secara Umum sama dengan Orang Utan Sumatera, tetapi bulu cenderung lebih tebal Dan keriting.
Memiliki kumis yang menonjol dengan bantalan pipi berbentuk datar Dan dipenuhi rambut halus berwarna putih.
Jantan dewasa memiliki bantalan pipi yang lebih besar sehingga mirip dengan Orang Utan Kalimantan.
Betinanya memiliki rambut pada bagian dagu wajah (janggut) , yang lebih mirip Orang Utan Sumatera daripada Orang Utan Kalimantan.
Fakta populasi dan hidup Orangutan Tapanuli yang perlu kita ketahui sehingga Kita wajib menjaga dan melindungi ekosistemnya.
Populasinya kurang dari 800 individu.
Sangat lambat dalam berkembang biak.
Hidup sampai dengan umur 50-60 tahun.
Rata rata memiliki anak pertama di usia 15 tahun.
Jadi, walaupun Baru ditemukan, Orangutan Tapanuli ini sudah berada di ambang kepunahan.
Fakta lain dari Orangutan Tapanuli ini adalah sebagai berikut :
Dinyatakan sebagai spesies kera besar terbaru di dunia, ditemukan di Ekosistem Batangtoru, di hutan dataran tinggi, di tiga Kabupaten Tapanuli Sumatera Utara.
Secara taksonomi lebih dekat dengan orangutan Kalimantan, Pongo pygmaeus, sehingga harus dipisahkeun menjadi spesies sendiri, Dan merupakan mayang dari kedua jenis kera besar Pongo abelli (Orangutan Sumatera Dan Pongo pygmaeus (Orangutan Kalimantan)
Orangutan Tapanuli baru ditemukan kembali pada akhir tahun 1990an Dan ditetapkan sebagai jenis baru berdasarkan penelitian genetika , morfologi Dan perilaku yang unik.
Jenis kera besar (great ape) terlangka Dan terancam di dunia( dinyatakan lebih langka di banding gorilla gunung afrika)
Persebaran Orangutan Tapanuli hanya ditemukan di Ekosistem Batangtoru di tiga Kabupaten Tapanuli, yaitu Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara Dan Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
Sekitar 85% daerah persebarannya merupakan daerah berstatus Hutan Lindung , 15% hutan primer areal pegunungan lain.
Ada juga populasi kecil di cagar Alam sibual bual di sebelah tenggara Blok Barat.
Populasi Orangutan Tapanuli terpecah ke dalam Dua kawasan utama (Blok Barat Dan Blok timur) oleh lembah patahan Sumatera.
Akhirnya, untuk menjaga Ekosistem Dan habitat orangutan Tapanuli, sebagian kawasan ekosistem Batang Toru saat ini telah diterapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menjadi Kawasan Pengelolaan Hutan Lindung.