Showing posts with label Banjir Bandang. Show all posts
Showing posts with label Banjir Bandang. Show all posts

Wednesday, March 20, 2019

Update Banjir Bandang Jayapura Papua, 79 Orang Meninggal Dunia 4.728 Orang Mengungsi

Pada tahun 2007 juga pernah terjadi hal serupa, hal ini tidak boleh terulang kembali. Apa yang menjadi penyebabnya, paling tidak ada tiga faktor, yakni pertama, karena faktor topografi, kedua faktor cuaca, karena curah hujan tinggi selama 5 jam 30 menit, dan ketiga akibat perbuatan manusia, yakni seperti pembangunan pemukiman, dan pengalihan fungsi lahan. Demikian disampaikan Kepala BNPB Doni Monardo pada kunjungannya ke Jayapura, Senin (18/3) dalam rangka meninjau lokasi pasca banjir bandang seperti lansir dari laman BNPB.
Kepala BNPB, Doni Monardo Meninjau Lokasi Pengungsian
Foto : FP. BNPB
Aster Kasdam 17 Cendrawasih, Andi Prihantono yang juga turut mendampingi Kepala BNPB mengatakan bahwa banjir bandang diakibatkan intensitas hujan deras dan 18.00-23.30 WIT dan Bupati sudah menetapkan status tanggap darurat sejak tanggal 17 Maret 2019, "Terhitung 14 hari masa tanggap darurat".


Kemiringan hutan antara 40 sampai dengan 90 derajat, yang gundul dan menyebabkan longsor. Hal ini harus kita antisipasi dengan memberikan solusi lain tanpa menebang kayu tapi mempunyai nilai ekonomis, seperti menanam pohon Matoa. "Sehingga tidak perlu lagi masyarakat menebangi pohon untuk mendapatkan ekonomi" himbau Kepala BNPB.

BNPB juga didampingi oleh perwakilan dari Kementerian Bappenas, Kemenko PMK, Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat, BMKG, dan sebagainya.
BNPB memberikan bantuan 1 milyar untuk Kabupaten Jayapura, 250 juta untuk Kota Jayapura dan 250 juta untuk pemerintah provinsi Papua.

Kondisi Pasca Banir di Jayapura
Foto : Fp. BNPB



Update meninggal dunia pada 13.30 WIT,l sejumlah 79 orang. 72 orang di Kabupaten Jayapura dan 7 orang di Kota Jayapura, dan data pengungsi 4.728 orang.
Lokasi yang ditinjau Kepala BNPB dan pos pengungsian adalah Kodam, Lanud, Jembatan Kemiri, Posko Utama di kantor Bupati Jayapura, pos pengungsian di kantor bupati, RSUD Yoari, Puskesmas Sentani, Jembatan Kampung Harapan, RS Bhayangkara.

Kondisi Pasca Banir di Jayapura
Foto : Fp. BNPB



Saturday, March 16, 2019

Banjir Bandang Melanda Jayapura Papua, Puluhan Orang Meninggal Dunia

Banjir bandang yang melanda 9 kelurahanan di Kecamatan Sentani Kabupaten Jayapura Provinsi Papua pada 16/3/2019 pukul 21.30 WIT telah menimbulkan banyak korban dan kerusakan. Banjir melanda Kelurahan Barnabas Marweri, Piter Pangkatana, Kristian Pangakatan, Didimus Pangkatana, Andi Pangkatana, Yonasmanuri, Yulianus Pangkatana, Nelson Pangkatan, dan Nesmanuri.


Saat ini banjir telah surut meninggalkan lumpur, kayu-kayu gelondongan dan material yang terbawa banjir bandang. Tim SAR gabungan masih melakukan evakuasi dan pencarian korban.


Hingga Minggu (17/3/2019) pukul 07.00 WIB, tercatat dampak banjir bandang sebanyak 14 orang meninggal dunia, dan 18 orang luka-luka. Kerusakan meliputi 9 rumah rusak terdampak banjir di BTN Doyo Baru, 1 mobil rusak atau hanyut, jembatan Doyo dan Kali Ular mengalami kerusakan, eekitar 150 rumah terendam di BTN Bintang Timur Sentani, kerusakan 1 pesawat jenis Twin Otter di Lapangan Terbang Adventis Doyo Sentani. Dampak kerusakan masih akan bertambah karena pendataan masih dilakukan.

Beberapa warga sejak semalam mengungsi. Sekitar 50 orang di Kantor Bupati Jayapura Gunung Merah, 70 orang di Kediaman Bupati Jayapura, dan beberapa warga mengungsi di Kantor Basarnas Jayapura.

Tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, SKPD, PMI dan relawan melakukan penanganan darurat. Posko akan didirikan. Sebagian bantuan disalurkan kepada masyarakat terdampak.




Melihat dampak banjir bandang dan landaan banjir bandang yang terjadi di Sentani, kemungkinan disebabkan adanya longsor di bagian hulu yang kemudian menerjang di bagian hilir. Karakteristik banjir bandang yang sering terjadi di Indonesia diawali adanya longsor di bagian hulu kemudian membendung sungai sehingga terjadi badan air atau bendungan alami. Karena volume air terus bertambah kemudian badan air atau bendung alami ini jebol dan menerjang di bagian bawah dengan membawa material-material kayu gelondongan, pohon, batu, lumpur dan lainnya dengan kecepatan aliran yang besar. Ini ditambah dengan curah hujan yang berintensitas tinggi dalam waktu cukup lama.

Support by :

Popular Posts