Showing posts with label Musim Kemarau. Show all posts
Showing posts with label Musim Kemarau. Show all posts

Saturday, November 9, 2019

Kekeringan, Pemanasan Global dan Peran Pemerintah


Musim kemarau dan suhu panas beberapa waktu yang lalu membuat siang bahkan sore dan malam hari menjadi gerah.
Dan ternyata cuaca panas tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi melanda beberapa negara di Eropa dan Asia lainnya.



Cuaca panas tersebut (bahkan di negara negara lain di sebut gelombang panas), menurut WMO (World Meteorologi Organization) adalah pekan terpanas di dunia. Dan tahun 2015 - 2019 adalah kurun waktu 5 tahun yang membara. Dan gelombang panas yang terjadi ini sangat konsisten dengan dampak gas rumah kaca.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres memperingatkan agar semua pihak segera mengambil langkah konkret untuk mencegah kehancuran planet ini akibat perubahan iklim yang terus menerus mengancam.

Di Indonesia sendiri, efek dari perubahan iklim mulai terasa terutama pada musim kemarau tahun ini, yaitu terjadinya kekeringan yang cukup parah di sebagian besar wilayah di Indonesia.




Kekeringan yang di derita warga negara adalah wujud diabaikannya tugas "KONSTITUSIONAL" oleh pemerintah yang di beri amanat oleh UUD 1945 untuk " Melindungi Segenap Bangsa dan Seluruh Tumpah Darah Indonesia".

Sampai kapan kita dan Negara dengan perangkat organisasi nya yang lengkap dan anggaran yang begitu besar harus menjawab bahwa kekeringan ini adalah RUTINITAS TAHUNAN SAAT MUSIM KEMARAU !!??

Pemanasan Global bukanlah TAKDIR dari siklus iklim.
Pola kerja dan pola pikir yang menuding "iklim yang salah" merupakan ketidakmengertian makna penting pemerintahan.

Kekeringan ini merupakan buah deretan aktivitas manusia yang melanggar batas toleransi ekologis sehingga lingkungan menunjukkan eksistensinya guna mengingatkan manusia agar lebih bijak dalam bertindak.


Pemerintah telah di beri otoritas hukum untuk menanggulangi Kekeringan dan Pemanasan Global dengan segala Kebijakan dan kesediaan anggaran.

Membiarkan alih fungsi lahan dan kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah tindakan tidak bermoral Pemerintah serta menciderai jiwa terdalam UUD 1945 sebagai "KONSTITUSI HIJAU".



Monday, August 19, 2019

AWAL MUSIM HUJAN 2019 MUNDUR HINGGA NOVEMBER

Kondisi iklim di wilayah kepulauan Indonesia sangat dipengaruhi oleh keadaan suhu muka air laut, baik suhu muka air laut yang ada di kepulauan Indonesia maupun yang berada di Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.

Menurut Kepala BMKG @dwikoritakarnawati , pada bulan Oktober tahun 2018 yang lalu BMKG telah memprediksi terjadinya El Nino lemah. Dan saat ini di bulan Agustus 2019, BMKG memantau dan menganalisis bahwa saat ini El Nino lemah telah berakhir, sehingga anomali di Samudra Pasifik kembali menjadi netral. Kondisi netral ini diperkirakan berlangsung hingga akhir tahun 2019.


Namun karena masih terpengaruh oleh suhu muka air laut di wilayah Samudra Hindia sebelah barat Sumatera dan perairan Indonesia di bagian selatan ekuator yang lebih dingin dari suhu normal (26°-27°C) berakibat pada proses penguapan air laut yang lebih sulit terjadi. Dampaknya adalah pembentukan awan-awan hujan juga menjadi berkurang dan curah hujan masih rendah.



Kondisi suhu seperti ini diperkirakan akan berlangsung sampai bulan Oktober 2019. Implikasinya, AWAL MUSIM HUJAN AKAN MUNDUR 10 HINGGA 30 HARI DARI NORMALNYA dan akan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia, yaitu Sumatera Utara, sebagian besar Riau, Jambi bagian tengah, sebagian besar Sumatera Selatan, sebagian kecil Lampung, sebagian besar Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, sebagian Kalimantan Timur, sebagian kecil Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Maluku Utara.

Sedangkan dibeberapa wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, sebagian Riau, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, sebagian Kalimantan Utara, Pegunungan Jayawijaya sudah mulai masuk musim hujan di bulan Agustus, September, dan Oktober.


Kemudian, khusus wilayah Papua awal musim hujan terjadi di bulan November. Tetapi di bagian selatan dan Merauke awal musim hujan terjadi di bulan Desember sehingga tidak serempak di kepulauan tersebut.

Sedangkan, puncak musim hujan 2019/2020 diprediksi akan terjadi pada bulan Januari-Februari 2020. Menghadapi kondisi puncak hujan perlu diwaspadai wilayah yang rentan terhadap bencana yang ditimbulkan oleh curah hujan yang tinggi yaitu banjir dan tanah longsor.

Support by :

Popular Posts