Showing posts with label PEMANASAN Global. Show all posts
Showing posts with label PEMANASAN Global. Show all posts

Tuesday, November 12, 2019

Langkah Kecil Kita Dapat Menyelamatkan Bumi Tercinta



Perubahan iklim adalah perubahan secara signifikan pada iklim, suhu udara dan curah hujan selama periode waktu mulai dari dasawarsa hingga jutaan tahun.

Terjadinya perubahan iklim karena diakibatkan naiknya konsentrasi karbondioksida (CO2) dan gas gas lainnya di atmosfer yang menyebabkan gas rumah kaca.


Adapun yang menyebabkan gas rumah kaca semakin meningkat, diantaranya ;
Adanya perubahan fungsi lahan, hasil produksi limbah organik, semakin banyaknya penggunaan bahan bakar fosil oleh penduduk bumi.



Efek Gas Rumah Kaca
Gas rumah kaca tersebut membuat lapisan secara berlebihan, sehingga memerangkap panas matahari di sekitar bumi. Dan bumi yang semakin panas akan mengakibatkan kekeringan yang berkepanjangan, penyebaran wabah penyakit, gelombang badai besar, meningkatnya suhu panas di lautan, mencairnya es di kutub, bencana banjir di berbagai negara, dan cuaca ekstrim.

Dampak perubahan iklim sudah bisa dirasakan di sekitar kita. Apa yang di alami oleh orang utan, beruang kutub dan ekosistem lainnya bisa saja segera menimpa kita.

Pilihan ada di tangan kita, acuh membiarkan terjadi atau ikut menghadapi masalah ini.

Kita dapat mengurangi dampak perubahan iklim dengan melakukan hal hal yang sederhana dan mudah untuk dilakukan.
Seperti :


  1. Mengolah sampah dengan cara 3R, yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle. 
  2. Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi dan beralih menggunakan kendaraan umum, berjalan kaki atau bersepeda. 
  3. Menghemat penggunaan listrik di rumah. Seperti mematikan listrik yang tidak terpakai pada siang hari dan menggunakan lampu hemat energi.
  4. Melakukan reboisasi di lahan lahan kritis dan hitam gundul, serta melakukan penanaman pohon di pekarangan pekarangan rumah.

Apa itu 3R ?

Reduce yaitu mengurangi pemakaian barang barang yang berpotensi menjadi limbah yang merusak lingkungan. Juga berarti mengurangi pembelian barang barang yang kurang diperlukan.

Reuse yaitu memilih barang yang dapat digunakan kembali dan menghindari penggunaan barang yang hanya sekali pakai.

Recycle yaitu mendaur ulang barang yang sudah tidak dapat di pakai agar bisa dimanfaatkan kembali.



Ayo!!! Bersama sama selamatkan Bumi dari Dampak Perubahan Iklim, Karena langkah kecil kita dapat menyelamatkan Bumi Tercinta...


Saturday, November 9, 2019

Kekeringan, Pemanasan Global dan Peran Pemerintah


Musim kemarau dan suhu panas beberapa waktu yang lalu membuat siang bahkan sore dan malam hari menjadi gerah.
Dan ternyata cuaca panas tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi melanda beberapa negara di Eropa dan Asia lainnya.



Cuaca panas tersebut (bahkan di negara negara lain di sebut gelombang panas), menurut WMO (World Meteorologi Organization) adalah pekan terpanas di dunia. Dan tahun 2015 - 2019 adalah kurun waktu 5 tahun yang membara. Dan gelombang panas yang terjadi ini sangat konsisten dengan dampak gas rumah kaca.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres memperingatkan agar semua pihak segera mengambil langkah konkret untuk mencegah kehancuran planet ini akibat perubahan iklim yang terus menerus mengancam.

Di Indonesia sendiri, efek dari perubahan iklim mulai terasa terutama pada musim kemarau tahun ini, yaitu terjadinya kekeringan yang cukup parah di sebagian besar wilayah di Indonesia.




Kekeringan yang di derita warga negara adalah wujud diabaikannya tugas "KONSTITUSIONAL" oleh pemerintah yang di beri amanat oleh UUD 1945 untuk " Melindungi Segenap Bangsa dan Seluruh Tumpah Darah Indonesia".

Sampai kapan kita dan Negara dengan perangkat organisasi nya yang lengkap dan anggaran yang begitu besar harus menjawab bahwa kekeringan ini adalah RUTINITAS TAHUNAN SAAT MUSIM KEMARAU !!??

Pemanasan Global bukanlah TAKDIR dari siklus iklim.
Pola kerja dan pola pikir yang menuding "iklim yang salah" merupakan ketidakmengertian makna penting pemerintahan.

Kekeringan ini merupakan buah deretan aktivitas manusia yang melanggar batas toleransi ekologis sehingga lingkungan menunjukkan eksistensinya guna mengingatkan manusia agar lebih bijak dalam bertindak.


Pemerintah telah di beri otoritas hukum untuk menanggulangi Kekeringan dan Pemanasan Global dengan segala Kebijakan dan kesediaan anggaran.

Membiarkan alih fungsi lahan dan kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah tindakan tidak bermoral Pemerintah serta menciderai jiwa terdalam UUD 1945 sebagai "KONSTITUSI HIJAU".



Thursday, October 31, 2019

Remukan Botol Plastik Permudah Daur Ulang




Daur ulang begitu penting dalam penyelesaian masalah sampah plastik karena semakin banyak sampah yang didaur ulang, semakin sedikit sampah yang menumpuk di TPA atau yang masuk ke badan air.


Dengan kata lain: nasib terbaik yang bisa menimpa plastik botol adalah didaur ulang. Jika semua plastik botol didaur ulang, tak akan ada cerita plastik botol menumpuk tanpa guna di TPA atau berakhir menjadi pencemar samudra.





Solusi yang terdengar ideal ini, sayangnya, masih jauh dari terealisasi. Persentase plastik botol yang berakhir di fasilitas daur ulang — alih-alih TPA atau samudra — masih sangat kecil, sekitar 4 persen saja.

Penyebabnya ada beberapa, namun yang paling berpengaruh adalah ketidaktahuan publik tentang pentingnya daur ulang. Juga sama berpengaruhnya dengan ketidaktahuan publik adalah sulit dan rumitnya mengantar plastik botol ke tempat daur ulang.


Namun itu cerita lama. Mengirim plastik botol, kini, sama mudahnya dengan mengirim barang apa pun. Dengan jasa antar ojek online, plastik botol bekas bisa dikirim ke bank sampah. Jika mengantarnya saja bisa semudah itu, kenapa perlu bersusah-susah dengan meremukkan plastik botol pula?


Jawabannya adalah karena untuk diproses menjadi serpihan plastik yang nantinya menjadi bahan baku produk daur ulang, plastik botol harus diremukkan terlebih dahulu. Dengan meremukkannya sendiri, kita telah membantu proses daur ulang plastik botol.
Lengkapnya, proses daur ulang plastik botol adalah seperti ini:
Pertama, plastik botol harus dikumpulkan — dari rumah, dari tempat usaha, dari banyak tempat lain yang mengonsumsi air minum dalam kemasan plastik botol.


Kedua, plastik botol harus dipisahkan dari metal, kaca, dan benda-benda lain yang masuk ke tong sampah.

Ketiga, plastik botol dipisahkan berdasarkan jenisnya. Keempat, plastik botol dibersihkan dari sisa makanan, cairan, atau residu bahan kimia. Kelima, plastik botol dicarik menjadi serpihan plastik. Di bagian inilah kita, dengan meremukkan plastik botol, membantu proses daur ulang.

Setelahnya masih ada proses keenam: serpihan plastik dilelehkan dan diproses menjadi biji plastik berukuran, kurang lebih, sebesar biji beras. Biji plastik inilah yang menjadi bahan baku produk hasil daur ulang plastik. Bentuk barunya beragam. Salah satunya adalah plastik botol baru — plastik botol yang, nantinya, tetap harus diremukkan juga.

Selain membantu proses daur ulang, meremukkan plastik botol juga berarti mencegah penyalahgunaannya. Tidak bisa dipungkiri, ada saja pihak tidak bertanggung jawab yang menggunakan ulang bejana plastik — termasuk plastik botol — untuk berbagai keperluan, termasuk menjajakan dagangan. Tentu saja ini tidak baik bagi kesehatan. Meremukkan plastik botol berarti mencegah terjadinya hal tersebut.

Alasan lain yang membuat meremukkan plastik botol menjadi penting adalah ; hal ini merupakan dasar yang bagus untuk membangun kebiasaan sadar plastik. Konsumsi plastik yang bertanggung jawab adalah bagian penting dalam penanggulangan kolektif masalah sampah plastik global, dan sebagaimana hal lain, konsumsi plastik yang bertanggung jawab harus dibangun dengan pembiasaan. Dan pembiasaan tak bisa dipaksakan. Mengubah gaya hidup secara besar-besaran malah kontraproduktif terhadap usaha menjadi pribadi dengan pola konsumsi plastik yang bertanggung jawab.

Sunday, August 11, 2019

PEMANASAN GLOBAL BUKAN HOAX !!!

Lapisan Es Greenland
 Foto Eric Gaba – Wikimedia Commons user: Sting
Baru-baru ini, kejadian mengejutkan terjadi di Greenland di mana gletser dengan berat super yakni 12,5 miliar ton meleleh hanya dalam satu hari.

Ilmuwan di Greenland pun berhasil mengabadikan video yang menunjukkan sungai mengalir deras akibat lelehan gletser. Para ahli meteorologi, ilmuwan iklim, dan geologi kemudian menggabungkan data untuk menentukan seberapa luas pencairan di pulau tersebut.


Dikutip dari Forbes, Rabu (7/8/2019), salah satu ilmuwan Iklim Martin Stendel menghitung bahwa jumlah es yang mencair Rabu dan Kamis silam sudah cukup untuk menutupi seluruh negara bagian Florida dengan ketinggian air sebesar lima inch atau sekitar 12,7 cm.

Hilangnya 12,5 miliar ton es dalam 24 jam adalah yang terbesar sejak pengukuran awal dimulai pada tahun 1950.


Beberapa waktu lalu pada bulan Juli di Eropa, gelombang panas sempat menghebohkan dan mencatatkan rekor suhu hingga 109 F atau sekitar 42 derajat celsius di Paris, Perancis.

Gelombang yang sama inilah yang bermigrasi ke Greenland sehingga meningkatkan suhu di sana hingga 30 derajat dari rata-rata tahun ini.


Support by :

Popular Posts