Showing posts with label Valounteer. Show all posts
Showing posts with label Valounteer. Show all posts

Saturday, March 30, 2019

Earth Hour Day" Bukan Sekedar Matikan Lampu

29 Maret "Earth Hour Day" Bukan Sekedar meMatikan Lampu.


 "Earth Hour" bukan sekadar mematikan lampu dan peralatan elektronik lainnya. "Tapi, lebih menekankan simbolisasi sebuah tindakan yang sederhana dan berdampak sangat besar terhadap lingkungan."

Satu rumah mematikan 10 Watt lampu tidak akan terasa efeknya. Tapi coba hitung jika kita semua, 100 juta rumah bersamaan mematikan lampu. Beban bumi akan berkurang dari pemakaian energi listrik terutama yang berasal dari energi kotor, Batubara.

Semua tindakan sederhana untuk mencintai alam dalam satu jam tetap merupakan bagian dari acara ini. "Satu tindakan setiap satu orang. Dampaknya baik untuk lingkungan secara luas,".

Dalam rangkaian HUT GEMPPA CJEA yang ke-30, Anggota Muda GEMPPA melaksanakan bersih sungai Ciwalen yang terletak di Pagerageung Tasikmalaya. Aksi ini juga dalam rangka memperingati Hari Air sedunia. Demikian disampaikan Sobur Suryana sebagai koordinator Lapangan ketika ditemui di lokasi.


Maulana Yusuf, salah satu peserta aksi mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan konservasi air, baik di rumah, tempat kerja, sekolah, kampus, dan sebagainya,".

"Ini bukan sekadar acara seremonial. Kita bisa melakukan hal kecil dulu, seperti menanami pekarangan untuk resapan air, jangan membuang sampah sembarangan. Kita bisa pakai kantong atau tas sebagai tempat sampah sementara, dll.

Mudah mudahan aksi ini bisa menjadi pemicu bagi aksi aksi nyata lainnya dari berbagai elemen masyarakat. (G094)

Monday, February 25, 2019

ECOBRICK, SOLUSI UTILISASI SAMPAH PLASTIK UNTUK MENGURANGI POLUSI


“Eco” dan “brick” artinya bata ramah lingkungan. Disebut “bata” karena ia dapat menjadi alternatif bagi bata konvensional dalam mendirikan bangunan. Maka dari itu ecobrick biasa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan furniture. Ecobrick adalah botol plastik yang diisi padat dengan limbah non-biological untuk membuat blok bangunan yang dapat digunakan kembali. Eko-batu bata ini adalah teknologi berbasis kolaborasi yang menyediakan solusi limbah padat tanpa biaya untuk individu, rumah tangga, sekolah, dan masyarakat. Juga dikenal sebagai Bottle Brick atau Ecoladrillo. Solusi limbah lokal ini mulai disebut Ecobrick oleh gerakan masyarakat yang berkembang di seluruh dunia.

Banyak dari kita yang masih mengkonsumsi makanan atau produk apapun yang dikemas plastik. Kadang kita berusaha kreatif dan mengurangi sampah dengan membuat sabun sendiri di rumah contohnya, tapi bahan-bahan yang digunakannya pun masih menggunakan plastik. Juga tidak mudah untuk begitu saja meninggalkan 100% plastik karena faktanya produk di dalam supermarket hampir 90% sudah dikemas dalam sebuah bungkusan yang sebagian besarnya adalah kemasan plastik.

Jika reuse dan reduce sudah sangat sulit, maka ecobrick merupakan solusi. Ecobrick mampu memberikan kehidupan baru bagi limbah plastik. Ecobrick adalah cara lain untuk utilisasi sampah-sampah tersebut selain mengirimnya ke landfill (pembuangan akhir). Dengan ecobrick kita memiliki kesempatan untuk mengubah pengorbanan komunitas dan ekosistem dalam mencerna plastik. Kita dapat mengubah plastik menjadi bermanfaat bagi masyarakat dan ekosistem setempat. Karakteristik plastik yang sangat bermasalah digunakan yaitu longevity dan durability malah menjadi sesuatu yang dicari.

Apa manfaat Ecobrick?

Dengan ecobrick, sampah-sampah plastik ini akan tersimpan terjaga di dalam botol sehingga tidak perlu dibakar, menggunung, tertimbun dan lain-lain. Teknologi ecobrick memungkinkan kita untuk tidak menjadikan plastik di salah satu industrial sstem daur ulang, dengan begitu akan menjauhi biosfer dan menghemat energi. Ecobrick menjaga bahan-bahan plastik tersebut tidak melepaskan CO2 yang pada akhirnya akan menyumbang pemanasan global.


Ecobrick biasanya digunakan untuk membuat furnitur modular, perabotan indoor, ruang kebun, ruang hijau, dinding struktur dan bangunan seperti sekolah dan rumah.

Jika malas memikirkan projek dan tidak mau repot, sekarang ini banyak juga bank sampah yang menerima ecobrick dan bisa ditukar dengan uang.

Bagaimana cara membuat Ecobrick?

Botol plastik apa pun dapat digunakan untuk membuat Eco-brick, tetapi botol yang paling tepat untuk digunakan ditemukan berukuran 500 ml. Siapkan botol plastik, sampah non organik dan non biologi, gunting dan kayu/tongkat untuk memadatkan.


Walaupun terlihat mudah, namun pada proses pembuatannya ada beberapa hal yang perlu diketahui

Botol harus dalam keadaan bersih dan kering

Sampah plastik pun harus dalam keadaan bersih dan kering untuk menghindari bakteri tumbuh di dalam botol ecobrick
Putar dan tekan-tekan tongkat dan pastikan bahwa isinya padat dan merata di seluruh botol. Ini membantu memastikan bahwa botol tidak memiliki rongga dan memiliki sifat padat yang mirip dengan balok beton.
Untuk menguji kepadatan, kita bisa menekan botol dari luar. Ecobrick yang baik adalah saat botol tidak akan kempes dan tidak mengeluarkan bunyi ketika ditekan.

Get your plastic ready

Ecobricks dibuat dengan plastik bersih dan kering. Mulailah dengan memisahkan plastik ecobrickable Anda dari semua bahan lainnya. Jika ada makanan, minyak atau kotoran pada plastik Anda, pastikan untuk mencuci lalu keringkan. Plastik kotor di dalam ecobrick akan mengarah pada pertumbuhan mikrobiologis dan pembentukan metana di dalam ecobrick Anda. Karena ecobricks sering digunakan untuk membuat perabot rumah, maka menggunakan plastik bersih menjadi penting. Plastik yang kotor dapat menyebabkan timbulnya Ecobrick yang tidak sedap dipandang, botol-botol kembung, dan dalam beberapa kasus, tutup botol lepas karena tekanan.

Choose your bottle

Saat Anda mulai melakukan ecobrick, ada baiknya memilih satu jenis botol yang berlimpah di komunitas Anda dan tetap menggunakannya. Saat memilih botol yang akan Anda gunakan, pertimbangkan tiga faktor: ketersediaan botol, volume, dan proyek yang akan Anda gunakan untuk Ecobrick.

Ketersediaan; Hal terakhir yang ingin Anda lakukan adalah membeli minuman untuk membeli botol untuk ecobricking Anda! Segera banyak orang akan melakukan ecobrick di komunitas Anda dan sangat ideal untuk meminta semua orang menggunakan merek dan botol yang sama. Pastikan untuk memilih botol yang semua orang dapat dengan mudah mendapatkannya.

Volume; Pilih volume botol yang ingin Anda gunakan. Untuk pemula disarankan untuk menggunakan botol ukuran di bawah 600ml. Botol besar 1500ml akan membutuhkan lebih banyak plastik yang tentu saja berpengaruh pada waktu pembuatannya yang semakin lama. Botol volume kecil memungkinkan Ecobricker baru untuk menyelesaikan Ecobrick pertama mereka dengan cepat, dan segera belajar dari kesalahan mereka. Botol besar adalah yang terbaik untuk ecobricker tingkat lanjut.


Proyek; Untuk membuat modul dengan Ecobricks, Anda memerlukan botol yang ukuran dan bentuknya persis sama. Untuk proyek pembangunan di luar ruangan, kesamaan yang tepat tidak begitu penting, asalkan volumenya konsisten (mis. Semua botol 600ml). Tergantung pada ukuran konstruksinya, Anda akan memerlukan botol dengan ukuran berbeda. Misalnya, botol-botol kecil membuat dinding yang bagus, dan botol-botol besar membuat bangku yang bagus.

Get your stick ready

Ecobricker suka menyebut tongkat pengemasan mereka dengan sebutan tongkat sihir. Itu membuat plastiknya hilang! Memiliki tongkat yang tepat akan membuat perbedaan besar bagi ecobrick Anda. Bahan dari bambu dan kayu adalah bahan tongkat yang terbaik, karena tidak terlalu kaku sehingga mengurangi resiko botol sobek. Ukuran tongkat tergantung pada jenis botol yang Anda gunakan. Pastikan tongkat anda dengan ujung yang agak membulat. Hindari tongkat bersudut tajam karena dapat memecahkan botol dan Anda bisa mendapatkan serpihan dan lepuh di tangan Anda.
Setelah Anda mendapatkan tongkat dengan ukuran dan bentuk yang bagus, Anda siap! Anda kemudian dapat memberikannya kepada orang lain untuk disalin dan direplikasi.

No glass, metal or biodegradables

Apa saja yang bisa dimasukkan ke dalam Ecobrick?


Apa yang tidak Anda masukkan ke dalam ecobrick sama pentingnya dengan apa yang Anda lakukan. Ingatlah bahwa kita memasukkan plastik ke dalam Ecobrick karena beracun bagi lingkungan. Logam, kertas, karton, gelas dan biodegradable tidak akan meracuni biosfer, jadi tidak perlu memasukkannya ke dalam botol. Berhati-hatilah untuk tidak memasukkan logam atau kaca tajam ke dalam Ecobrick anda, mereka dapat merusak botol dan menimbulkan bahaya untuk penanganan.
Ada solusi lain untuk bahan-bahan ini:

  • Kertas dan kardus dapat dibakar dengan aman.
  • Biodegradable dapat dikomposkan.
  • Logam dan kaca dapat didaur ulang.


Start by adding a bottom color

Potongan plastik pertama yang Anda masukkan ke dalam botol akan memberikan warna dasar untuk bangunan. Pilih plastik lembut dengan warna solid, lalu dorong ke bagian bawah Ecobrick Anda. Kemas dengan tongkat Anda untuk mengisi 1-2 cm pertama botol (Anda mungkin ingin menggunakan beberapa plastik dengan warna yang sama). Kantung plastik atau kresek cocok untuk mengisi dasar botol ini. Dengan memberi warna dasar Ecobrick Anda, membuka kemungkinan desain bangunan penuh warna untuk membuat modul atau membangun dinding.
Buatlah warna dasar yang sesuai dengan warna komunitas mereka.

Weigh your Ecobrick to ensure quality

Dari seluruh sumber yang di dapatbahwa kepadatan minimum Ecobrick yang baik adalah 0,33 g / ml. Ini berarti bahwa botol 600ml akan memiliki berat minimum 200 gram dan botol 1500ml akan memiliki berat minimum 500 gram. Sasaran kepadatan minimum sangat penting untuk memastikan kualitas Ecoobrick. Ecobricks berkualitas memastikan konstruksi yang baik, memaksimalkan volume dan memberi energi pada penyebaran sosial ecobricks.


Timbang Ecobrick Anda, dan catat beratnya pada label.

Ecobricks yang terlalu lunak tidak dapat digunakan untuk modul. Ecobricks yang terlalu lunak dapat membahayakan konstruksi struktural. Kemaslah botol dengan padat hingga plastik di dalam botol tidak bisa bergerak atau bergeser.

Akhirnya, Ecobrick yang memiliki kepadatan yang baik adalah sesuatu yang bisa dibanggakan! Ketika orang lain melihat dan memegangnya, mereka segera memahami transformasi plastik longgar menjadi bahan bangunan yang padat ! Ecobrick yang berkualitas baik dan konstruksi ecobrick yang baik pada dasarnya menginspirasi.

And... Build!

Setelah Anda memiliki cukup Ecobricks, Anda siap membangun. Ada lima teknik utama untuk membangun dengan botol dan ecobricks. Aplikasi Ecobrick yang termudah, tercepat, dan mungkin paling menyenangkan, adalah membuat modul Milstein untuk bangunan horizontal dan modul Dieleman Lego untuk bangunan vertikal. Dengan modul, Anda dapat membuat bangku, meja, kursi, struktur, dan lainnya.

Mungkin penggunaan terbaik untuk Ecobricks adalah membangun ruang hijau komunitas. Dengan Kearifan lokal, Anda dan komunitas Anda dapat membangun ruang-ruang indah yang memperkaya lingkungan setempat dengan Ecobriks.

Monday, February 11, 2019

Peran Komunitas Dalam Pengelolaan Lingkungan DAS Termasuk Pengelolaan Limbah Domestik

Sungai Citanduy merupakan salah satu sungai yang ada di Jawa Barat, melintasi kabupaten Ciamis, KabupatenTasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kota Banjar dan bermuara di Segara Anakan Cilacap Jawa Tengah. Hulu Sungai Citanduy terletak di Pegunungan Cakrabuana yang memiliki titik puncak tertinggi 1721 m. Aliran sungai Citanduy mempunyai luas 350.000 Ha, 57% dari luas tersebut merupakan lahan pertanian, sedangkan 33% berupa hutan dan perkebunan. Topografi dari wilayah sungai Citanduy yang merupakan daerah yang rata sekitar 30%, daerah bukit dan bergelombang sekitar 50% dan sisanya sekitar 20% mempunyai karakteristik berupa tebing atau lereng dengan tekstur tanah yang mudah tererosi. Data tersebut merujuk dari data Dinas Pekerjaan Umum tahun 2006 (DPU, 2006). Bayangkan perubahan topografi yang terjadi sampai saat ini.

Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, secara kasat mata kondisi sungai Cikidang mengalami kualitas penurunan yang sangat signifikant terutama jika dilihat dari kualitas lingkungan di sekitar kawasan sungai yang dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah oleh masyarakat setempat. Hampir di sepanjang sungai terdapat pemandangan yang sangat memprihatinkan dengan sampah berserakan yang tidak dikelola. Sampah plastik menjadi primadona utama penghuni sungai.





Seperti telah disampaikan pada artikel Kondisi Daerah Tangkapan Air Hulu DAS Citanduy sebelumnya, bahwa Sungai Citanduy di daerah hulu adalah pertemuan dua sungai besar yaitu Citanduy dan Sungai Cikidang, yang bertemu di daerah Tanjungsari kecamatan Sukaresik. Debit air kedua sungai ini hampir sama besarnya sehingga jika terjadi hujan deras di kedua hulu sungai tersebut akan mengakibatkan tersendatnya aliran air akibat benturan kedua sungai di wilayah pertemuan. Dan tentu saja akibatnya adalah , banjir besar yang melanda hampir sebagian besar wilayah Desa Tanjungsari Kecamatan Sukaresik. Bahkan menurut Sobur Suryana salah satu Valounteer dan aktivis Lingkungan Hidup di Kabupaten Tasikmalaya, dalam satu tahun bisa terjadi 3 kali banjir. Sungguh luar biasa, betapa setiap tahun warga selalu dihantui ketakutan akan datangnya banjir yang tentu saja akan membawa kerugian materi yang tidak sedikit terutama jika sang banjir datang di saat padi sedang menguning menjelang panen datang.

Obstacle di Sungai Citanduy
Melihat Fenomena seperti di atas, kami yang mengaku aktivis Lingkungan Hidup bersama Valounteer dan warga di Desa Tanjungsari Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya merasa terpanggil untuk membuat suatu sistem pengelolaan Lingkungan terutama Daerah Aliran Sungai (DAS) dan bagaimana mengelola sampah domestik di lingkungan mereka.
Langkah pertama yang dilakukan adalah membentuk Komunitas Desa Tanggap Bencana (Destana) dan Komunitas EcoVillage untuk mewadahi pergerakan mereka.

Strategi pemberdayaan yang dilakukan oleh komunitas pemuda antara lain melalui perecanaan, program dan aksi, penguatan kelembagaan dan management organisasi, pengembangan jejaring dan kerjasama, serta peningkatan kapasitas SDM. Perencanaaan program serta aksi dilakukan dengan melakukan sosialisasi, pendampingan dan pengembangan jaringan dan kerjasama. Sosialisasi dan pendampingan dilakukan dengan menentukan kelompok sasaran yaitu komunitas ibu-ibu rumah tangga/PKK, Komunitas pemuda dan karang taruna. Sedangkan pengembangan jaringan dan kerjasama seperti yang sudah dilakukan yaitu berkoordinasinya Destana dengan BPBD Kabupaten Tasikmalaya.


Penerapan konkrit dalam pengelolaan DAS Citanduy yaitu dalam bentuk penanaman pohon di sekitar daerah resapan dan tangkapan air serta bantaran-bantaran sungai Citanduy dan Cikidang yang rutin dilakukan hampir setiap 3 bulan 1 kali. Di samping penanaman pohon, pembersihan sungai pun kerap dilakukan untuk menyingkirkan obstacle obstacle yang bisa mengakibatkan sungai terganggu alirannya akibat menumpuknya sampah di tempat tersebut.
Dalam bidang penanganan sampah domestik, di sini juga telah di rintis satu bank sampah yang mudah-mudahan bisa dikembangkan dan dipertahankan.






Meskipun hal ini tidak lantas membuat 100% kawasan Desa Tanjungsari bebas dari banjir yang selalu datang. Karena kenyataannya hal ini masih terus saja terjadi walaupun program yang dilaksanakan sudah mau memasuki tahun kedua. Dan sampah bawaan sungai Citanduy dan Cikidang dari arah hulu pun masih terus berdatangan. Namun hal itu tidak menyurutkan tekad untuk tetap berkarya dan bekerja demi Sungai dan Lingkungan.
Kami berprinsip, biarlah dari arah hulu terus mengalirkan sampah ke wilayah kami. Tapi Kami akan berusaha semaksimal mungkin bahwa tidak ada limbah dan sampah yang akan terbawa ke hilir dari wilayah kami. Mudah mudahan hal ini bisa meminimalisir konsentrasi sampah di sungai bagian hilir. Dan mudah mudah, apa yang kami lakukan akan diikuti oleh sahabat sahabat kami yang berada di bagian hulu maupun hilir sungai ini.




Peran Komunitas Dalam Pengelolaan Limbah Domestik

Fenomena lingkungan, yang jenuh akibat semakin meningkatnya baik volume maupun jenis limbah rumah tangga baik organik atau non organik. Keberadaan limbah sampah dirasakan kian menjadi permasalahan lingkungan yang harus mulai dipikirkan pemecahan penanganannya secara mandiri di tingkat lingkungan. Karena, tidak mungkin selalu mengandalkan pihak lain, dalam hal ini pemerintah, untuk menangani sampah. Apalagi di pedesaan, pengelolaan sampah biasanya tidak terjangkau karena jauh dari fasilitas pembuangan sampah yang ditangani oleh pemerintah. Akhirnya mau tidak mau masyarakat sendirilah yang harus mengelola sampah secara mandiri. Dengan sentuhan kreatifitas, sebenarnya sampah dapat dijadikan peluang ekonomi dengan menggunakan model pemilahan, pengolahan daur ulang sehingga memiliki daya jual di pasaran.

Selengkapnya di Peran Komunitas Lingkungan Hidup Dalam Pengelolaan Limbah Domestik


Support by :

Popular Posts